Kitab Kuning dan Laptop (Komputer), dua benda yang sangat berbeda namun memiliki kesamaan. Keduanya bisa menjadi sumber ilmu bagi orang yang tepat menggunakannya.
Tidak salah
jika saya menyebut keduanya adalah hal yang wajib dimiliki, tentunya di lingkungan
yang berbeda.
Dituliskan
pada suatu Qo’idah Fiqh:
ما لا يتمّ الواجب الّا به فهو واجب - Sesuatu yang apabila perkara wajib tidak akan sempurna kecuali dengan (adanya) sesuatu itu, maka hukum sesuatu itu adalah wajib
Iya,
keduanya harus dimiliki oleh setiap orang yang sedang mempelajarinya. Kita tahu
hukum menuntut ilmu adalah wajib. Di Pesantren Salaf kita dituntut untuk dapat
membaca, mengartikan, memahami, menjelaskan, dan menerapkan maqsud apa yang
terkandung dari kitab kuning gundulan tersebut. Bukan hanya kitab kuning, semua
hal yang apabila tanpanya, menuntut ilmu menjadi kurang sempurna maka segala
hal itu hukumnya wajib kita miliki. Alat tulis dan buku pelajaran lainnya pun
menjadi ikut wajib kita miliki demi kesempurnaan menuntut ilmu. Meski Pak Kyai
atau Asatidz tidak menyuruh kita untuk mempunyainya.
Jika Kitab
Kuning tadi wajib dimiliki oleh seorang santri yang mengaji di pesantren salaf,
sama halnya Laptop yang harus dimiliki oleh seorang yang belajar atau kuliah di
jurusan Teknik Informatika atau Ilmu Komputer lainnya. Memang dosen atau pihak
fakultas sama sekali tidak pernah menyuruh untuk setiap mahasiswanya punya
laptop. Namun tugas yang diberikan tak mungkin dapat diselesaikan jika kita
hanya punya kitab kuning J. Tak mungkin juga setiap hari kita meminjam
laptop dari teman favorit, teman yang tak pernah bisa menolak saat dimintai
tolong.
Kedua hal
tadi harus dimiliki oleh seorang yang sedang mempelajarinya. Sebagai santri tak
diwajiban memiliki baju Muslim yang bermerk Robbani dan Sarung BHS, ehm.. namun malah
tidak punya kitab yang dipelajari. Kitab yang harus dimiliki pun tak ada
syarat. Pak Kyai tidak pernah menyuruh untuk membeli kitab kuning dengan
cetakan tertentu, harus dari percetakan Haromain misalnya. Seng penting nduwe
kitab.
Bagi
mahasiswa IT juga nggak harus punya Motor CB, buat kendaraan ke kampusnya. Jika
motor Astrea saja sudah bisa mengantarkannya ke kampus tepat waktu. Percuma
motor bagus, namun tugas dosen tak pernah dikerjakan karena nggak punya
laptop. Padahal Dosen tak pernah menyuruh kita punya
laptop dengan spek ini itu, misal RAM minimum 8 GB, Processor Core i7, VGA Nvdia /
Radeon, merk nya Haromain, maaf maksudnya misal merknya ASUS. Dosen tak
pernah menyuruh begitu, yang penting punya.
Semoga ada manfa'at yang bisa pembaca ambil dari pos kali ini .. Amiin :)


Wuih mantap infonya ... Lanjutin posnya !!!
BalasHapusTerimakasih atas kunjungannya :)
BalasHapus